Cara Supaya Anak Tumbuh Berkarakter

Cara Supaya Anak Tumbuh Berkarakter
Ingin punya anak dengan kepribadian dan karakter yang kuat? Ajarkan nilai-nilai positif sedari dini.

"Bangga sekali melihat Rafael berinisiatif menunggui temannya yang terlambat dijemput orang tuanya saat pulang sekolah tadi. Meskipun akibatnya Rafael sendiri harus terlambat pulang," begitu kata Poppy tentang anak laki-lakinya yang saat ini duduk di kelas 2 SD.

Rafael memang anak laki-laki kecil yang baik dan menyenangkan. Semua orang menyukainya. Di lingkungan sekolah, guru-guru mengenalnya sebagai anak yang pintar dan penurut.

Rafael juga memiliki banyak teman karena ia baik dan suka membantu. Pembawaannya menyenangkan dan humoris.

Sikap baik yang ditunjukkan Rafael bukanlah sikap yang muncul begitu saja. Apalagi dewasa ini anak-anak terpapar pada bermacam sikap yang tidak baik dan kasar, ke mana pun mereka pergi, di tempat umum, di kelas, di sekolah, bahkan di televisi.

Oleh karena itu, orang tua harus kembali mengajarkan nilai-nilai positif dan sikap baik, mulai dari dalam rumah. Biarkan anak-anak terlihat menonjol dengan sikap mereka yang sopan, serta karakter dan kepribadian mereka yang kuat di tengah-tengah budaya masyarakat moderen seperti sekarang ini. Orang tua mana yang tidak akan bangga?

Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog Anak dan Keluarga, yang berpraktik salah satunya di Kid Space Pondok Indah, menyatakan bahwa nilai atau value adalah keyakinan yang ingin diperjuangkan dalam hidup, atau bisa juga disebut sebagai misi hidup, yang berdasarkan pada filosofi hidup manusia.

"Nilai sangat penting ditanamkan dalam keluarga. Bisa sebagai alat untuk mengarahkan apa yang ingin kita capai dalam hidup kita. Supaya kita tidak ragu dalam menentukan arah.

"Sebab, bila kita ragu, kita akan kehabisan waktu dan akhirnya tidak mencapai apapun dalam hidup kita. Dengan memprioritaskan nilai, kita bisa menegakkan niat, sehingga menjadi manusia yang punya kepribadian," jelas psikolog yang biasa dipanggil Nina ini.

Widyastuti Purbani, Wakil Dekan Fakultas Sastra Universitas Negeri Yogyakarta yang memiliki ketertarikan di bidang sastra anak dan gender serta mengambil titel Doktornya di Universitas Indonesia pun menegaskan bahwa menularkan nilai kepada anak-anak harus dilakukan sedari dini.

Pendidikan nilai dilakukan terutama di dalam rumah dan juga sekolah paling tidak dalam dua tahap. Tahap pertama adalah tahap penyadaran. Pada tahap ini, anak-anak diajak memahami mengapa nilai tertentu, misalnya kejujuran penting dalam kehidupan.

Jelaskan kepada anak bagaimana jika orang tidak jujur, apa risikonya bersikap tidak jujur dan sebagainya. "Dalam tahap ini, orang dewasa bisa menggunakan contoh-contoh yang ada di sekitar kita, misalnya dari orang-orang yang ada di lingkungan, tokoh-tokoh di dalam cerita atau film dan sebagainya," jelas ibu dua anak itu.

Tahap kedua adalah tahap aksi atau implementasi, yakni mengajak anak mempraktikkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. "Caranya, anak diberi tugas-tugas dan ia harus menunjukkan sikap jujur, misalnya saat berbelanja atau mempertanggung jawabkan proyek yang menyangkut keuangan. Tentu pada tahap awal perlu ada reward and punishment," tambahnya.

Antara Nilai & Sikap
Lebih lanjut Widyastuti menjelaskan bahwa pendidikan nilai menyangkut sikap dan perilaku dasar. "Oleh karenanya sangat strategis dimulai semenjak usia dini. Pada usia dini anak-anak lebih sering berada di rumah, di tengah keluarga, maka keluarga memiliki peran yang sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai.

Sekolah dapat membantu menanamkan niai-nilai, tetapi karena keluarga dan lingkungan sekitarnya merupakan arena kehidupan yang sesungguhnya, maka keluargalah idealnya menjadi pusat pendidikan nilai," tegasnya.

Menurut Widyastuti, nilai yang diprioritaskan di dalam satu keluarga bisa berbeda de?ngan keluarga lainnya. Namun, ada beberapa nilai yang secara umum diajarkan, di antaranya nilai-nilai kemandirian, empati dan kedermawanan, juga kejujuran, keadilan, tanggung jawab, menghargai sesama, serta kepercayaan diri.

"Namun dalam era penuh tantangan dan buaian pragmatisme dewasa ini, kita juga perlu menanamkan nilai kerja keras, kegigihan dan pantang menyerah kepada anak-anak kita, karena jika kita lembek dan cepat merasa puas maka kita akan tertinggal dari bangsa-bangsa lain yang memiliki etos kerja yang tinggi," ujar dosen yang mengambil S2-nya di Deakin University, Australia ini.

Bila Anda sudah menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak sedari dini, mereka akan terus mempelajarinya dan mencerminkan nilai-nilai positif itu dalam sikap dan perbuatan hingga terus terbentuk menjadi karakter dan kepribadiannya hingga dewasa kelak.

Sumber: (Majalah Goodhousekeeping edisi Maret 2012)-ghiboo.com
About The Author
Qiut, that's my name. Im just an newbie blogger. sharing knowledge is my favorite, science can come from anywhere, useful knowledge is knowledge that can help and solve problems with other people and can be used for everyone. blog hopefully bukan-rahasia-lagi.blogspot.com can be useful for all. source of info: everyone .. every where.. any where.. everything.. i am just share it AGAIN..
Share This
Subscribe Here

0 komentar:

Posting Komentar

 

Site Info

BUKAN-RAHASIA -LAGI Copyright © 2009 DarkfolioZ is Designed by Bie Blogger Template for Ipietoon
In Collaboration With fifa